taranarwastu

sebuah sisi lain dari thomas aryo baskoro semedi

kisah seorang “office boy”

Tinggalkan komentar

Mungkin aku agak telat kalo baru liat “Ujang Pantry 2” kemaren, tapi it’s ok ! Karena banyak hal yang aku dapet dari serial FTV itu. Emang bisa dibilang agak sedikit hiperbolis kalu mengandaikan nadine dan ujang hehe, tapi ada satu hal yang menarik bahwa yang namanya status sosial apalagi pekerjaan gak akan bisa jamin orang itu punya satu masa depan yang cerah. Kalau dikisahkan seorang office boy atau OB dan head creative director dari sebuah advertising agency pasti semua orang akan setuju kalau sang head-lah yang akan mendapat masa depan yang cerah. Tapi permasalahannya adalah apakah orang yang punya status sosial dan pekerjaan yang mumpuni itu punya hati dan kondisi seperti orang kebanyakan ? Ujang memang miskin….memang tidak ada materi….tapi ada satu hal yang dibanggakan dan menjadi modal bagi masa depan….hal itu adalah ketulusan dan keterbukaan. Pengalaman menyatakan orang dengan ststus sosial tinggi dan pekerjaan yang mumpuni akan sulit melihat realita, mereka kebanyakan mengambil strata 1, MUNAFIK dan strata 2, TEGA. Hal apapun pasti akan tetap mempermudah orang dengan jabatan dan status sosial tinggi untuk menjadi semakin tinggi. ENOUGH !!!! bagaimana karyawan kecil bisa hidup apabila perusahaan memberikan pilihan untuk tidak memilih, atau dengan kata yang lebih halus memberikan pilihan yang akan memberikan keuntungan dan kerugiaan bagi personal karyawan……..dalem “Ujang Pantry 2”.

Penulis: taranarwastu

seseorang yang mencoba belajar menulis dengan jujur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s